Hati-hati Pengemis Online, Pura-pura Hidup Susah Ujungnya Kabur Bawa Uang Sumbangan

Kenali 9 ciri-ciri pengemis online.

Media sosial benar-benar berdampak sosial. Akhir-akhir ini sering kita lihat aksi donasi yang digalang melalui media sosial atas kesulitan yang menimpa saudara kita di berbagai tempat. Kisah sedih mereka diunggah melalui media sosial hingga membuahkan berbagai empati hingga sumbangan uang ratusan juta rupiah.

Namun, momen itu kerap disalahgunakan oleh sejumlah oknum untuk mengeruk keuntungan pribadi. Kini bermunculan pengemis online yang berpura-pura hidup susah.

Mereka membagikan cerita sedih atas apa yang mereka alami, lalu berharap adanya bantuan donasi dari pengguna media sosial.

Sayangnya, kisah yang mereka bagikan belum tentu benar adanya. Ada yang sengaja mencari keuntungan dengan mengunggah kondisi dan kisah sedih, lalu kabur setelah mendapat sumbangan.

Pengemis online ini kerap muncul di grup-grup Facebook. Bagi yang kurang hati-hati atau mudah terbawa perasaan, tak jarang yang mengirimkan sumbangan tanpa memfilter kebenarannya.

Salah satu contoh, akun seorang Ibu-ibu membagikan kisahnya diusir dari kontrakan di bilangan Sawangan, Depok, Jawa Barat lantaran telat membayar sewa bulanan. Dengan cerita sedih dan lampiran foto ala kadarnya, akun tadi berharap ada solusi dari para netizen terutama sumbangan bantuan.

Ada pula kisah yang dibagikan seorang pria yang kesulitan mencari kerja setelah di-PHK sementara anak istrinya membutuhkan uang untuk makan. Sepeda motor bututnya tak bisa dipakai untuk mendaftar ojek online lantaran tidak ada BPKB dan usianya terlalu tua untuk syarat dipakai angkutan ojek online.

Namun, berhati-hatilah terhadap akun-akun yang membagikan cerita sedih seperti itu. Sejumlah netizen meminta pengguna lain untuk waspada terhadap kemungkinan adanya pengemis online yang minta-minta melalui media sosial namun sebenarnya kisah yang mereka bagikan hanyalah rekayasa belaka.

Beberapa netizen membuat kesimpulan, ciri-ciri pengemis online yang tidak bertanggungjawab. Biasanya mereka melihat dari “otentikasi” akun media sosial mereka, terutama Facebook.

Inilah ciri-ciri pengemis online versi netizen yang kami rangkum:

  1. Foto Profil Tidak Jelas

    Ada kalanya foto profil yang mereka pakai hanyalah sesosok wanita cantik bermasker. Atau kendaraan sepeda motor, tokoh anime, bunga atau tokoh film.

    Tidak ada foto profil yang menggambarkan mereka sesungguhnya.

  2. Profil Tidak Jelas

    Biasanya tidak ada keterangan apapun tentang akun itu. Baik tinggal dimana, sekolah dimana, bekerja dimana dan baru mengunjungi mana saja.

    Biasanya hanya mencantumkan sesuatu yang bersifat fiksi atau hayalan. Misalnya, status bekerja di PT. Mencari Cinta Sejati.

    Ada juga yang mencantumkan bekerja di Manchester United, dan sebagainya. Tidak ada hal yang nyata yang mereka tampilkan.

  3. Tidak Ada Postingan Foto Kegiatan

    Karena memang akun fiktif, akun-akun ini tidak pernah mengunggah kegiatan sehari-hari mereka. Tidak ada foto sedang bekerja, olahraga, berkegiatan atau kumpul dan ketemu dengan orang lain di lingkarannya.

  4. Unggahan Fotonya Tidak Jelas

    Biasanya hanya mengunggah meme, kata-kata mutiara, gambar mobil, gambar makanan, gambar kartun dan gambar lain yang bukan kreasinya sendiri.

  5. Akun Masih Baru

    Biasanya, akun yang digunakan adalah akun baru. Akun anonim yang umur pembuatannya relatif baru. Bahkan terkadang hanya dalam hitungan hari. Tampak sekali mereka mencari celah untuk mengemis online.

  6. Pertemanan Minim

    Akun anonim, akun cloningan biasanya minim interaksi. Termasuk minim pertemanan. Akun anonim umumnya tidak dipegang setiap hari sehingga jumlah pertemanan sangat minim. Hanya berjumlah ratusan.

    Padahal, biasanya pengguna media sosial memiliki jaringan pertemanan di komunitas, di tempat kerja, di kampung tempat tinggalnya, teman alumni sekolah, teman alumni kantor atau komunitas lain.

    Akun asli biasanya terdiri dari lingkaran pertemanan tersebut di atas.

  7. Minim Interaksi dengan Teman

    Akun anonim yang tidak memiliki pertemanan jelas umumnya minim interaksi, sehingga komentar-komentar di status yang dibuat juga sangat jarang.

    Umumnya, ketika seorang yang mereka kenal membuat status di Facebook, setidaknya ada satu dua orang yang komentar dan memberikan reaksi atas postingan itu.

    Namun, akun anonim yang memang tak dikenali secara jelas, tentu akan jarang diberi reaksi atau respon atas status yang mereka buat.

  8. Statusnya Negatif Terus

    Akun pengemis online biasanya memang fokus mencari mangsa. Sehingga status-status yang mereka buat bertujuan untuk mencari simpati. Contoh; ”duh, hujan lagi. Nggak bisa kerja dong….”

    Atau, “ya Allah, kok sulit gini sih cari kerja…….”

    Atau, “MUMET”

    Pokoknya tidak ada status yang positif yang mereka buat. Ini hanyalah akal-akalan mereka untuk menunjukkan bahwa mereka ini “hidup sulit”


  9. Menggunakan Rekening Orang Lain, KTP HIlang

    Ketika sudah mendapatkan calon mangsa, pengemis online akan berkilah bahwa KTP mereka hilang dan tidak memiliki rekening.

    Untuk menampung uang transferan dari calon korbannya, pengemis online akan menggunakan rekening yang diakui sebagai teman, kakak atau Ibunya. Mereka tidak menggunakan rekening dan identitas pribadinya karena jelas, mereka ini pemipu.

    Tidak mungkin penipu menunjukkan identitasnya.

Nah itulah ciri-ciri pengemis online yang perlu Anda waspadai.

Niat membantu sesama adalah sebuah kebaikan, tetapi kehati-hatian tetap Anda butuhkan. Jangan sampai niat baik Anda disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

Di luar sana masih banyak orang yang benar-benar membutuhkan bantuan. Bukan tipu-tipu.

Selain pahala, tentu saja kita ingin sumbangan kita itu benar-benar bermanfaat bagi orang lain.

Semoga bermanfaat.

Leave a Comment