Prediksi Capres Cawapres 2024, Siapa Unggul?

Partai Golkar, PAN dan PPP telah mengawali genderang Pemilu 2024. Keputusan mereka bertiga membentuk Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) mencuri start tahapan Pemilu yang baru dimulai 14 Juni 2022.

Namun, meski mereka berkoalisi tidak terlalu menyuarakan penokohan untuk diangkat jadi calon presiden pada Pemilu 2024. Tidak menegaskan siapa capres yang akan mereka usung nanti. Keputusan mereka berkoalisi hanya semata-mata untuk menguatkan strategi Pemilu 2024.

“Capres Cawapres, nanti kita tulis di bab menjelang kesimpulan,” kata Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, memberi analogi perjalanan koalisi ini seperti sebuah buku.

Sementara itu, Partai Demokrat, PKB dan PKS diberitakan akan segera membentuk koalisi. Banyak pihak melihat rencana koalisi ini lebih untuk mengimbangi KIB dan merumuskan capres cawapres untuk 2024.

Bedanya, pada tiga partai ini sudah digaungkan sejak awal ada tokoh kuat yang mereka usung. Meskipun, sebagian pengamat mengatakan itu hanyalah ambisi.

Sebut saja Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PKB. Sejak awal Cak Imin (sebutan untuk Muhaimin), terlihat berambisi menjadi capres.

“Seluruh jajaran pengurus PKB di semua tingkatan sudah satu suara mencalonkan dan mendukung Muhaimin sebagai capres 2024,” kata Wakil Ketua Umum (Waketum) PKB Jazilul Fawaid melalui keterangan tertulis, Rabu (13/4).

Di sisi lain, Partai Demokrat sejak awal memang ingin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) jadi capres mereka. Meskipun, secara rekam jejak mestinya Partai Demokrat maklum jika ambisi itu tidak “direstui” oleh masyarakat.

Jadi andai koalisi itu terbentuk, Partai Demokrat harus rela tidak menyertakan AHY sebagai kandidat.

Sementara PKS, terlihat tidak mengusung calon dari internal mereka. Meskipun, suara arus bawah mereka terlihat jelas menginginkan Anies Baswedan jadi capres.

Masih ada 3 partai besar yang belum berlabuh pada koalisi. PDIP, Gerindra dan Nasdem.

Partai Nasdem sendiri saat Rakernas kemarin mengumumkan tiga nama yang paling diinginkan DPW mereka. Ada Anies Baswedan, Ganjar Pranowo dan Andika Perkasa.

Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo selalu unggul di sejumlah survey dan jajak pendapat.

Meski belum berkoalisi kemanapun, suara arus bawah Partai Nasdem sudah nampak. Tinggal mereka akan gabung dengan siapa. Tentu saja yang memiliki suara sama, mendukung hasil suara terbanyak di rakernas mereka.

Surya Paloh tampaknya sangat menghargai suara DPW itu. Pun tidak ada ambisi Surya Paloh untuk jadi capres.

Lalu, kemana arah PDIP dan Gerindra?

Dua partai besar itu sama-sama punya calon kuat mereka. PDIP sangat ingin mengusung Puan Maharani. Sementara Partai Gerindra, sudah menyatakan bahwa Prabowo Subianto adalah capres mereka.

Meskipun Prabowo pernah berujar, capres tidak harus dirinya.

Namun, tak ada tokoh selain Prabowo di internal Partai Gerindra yang mencuat.

Meskipun PDIP dan Gerindra menjadi lawan terkuat di pemilu sebelumnya, saat ini mereka sangat mesra.

Terutama sejak Prabowo Subianto menjadi Menteri di Kabinet Indonesia Maju. Sehingga tak ada llagi perseteruan atau perlawanan dianatar mereka. Meski itu hanya di kalangan elit. Sementara di kalangan arus bawah, masih ada polarisasi sisa Pemilu 2019 yakni antara Cebong dan Kampret (yang kemudian diubah jadi Kadrun).

Tidak semua sisa pendukung 02 berlabuh pada dukungan terhadap Prabowo Subianto di pemerintahan. Terutama orang-orang militan di PKS. Saya melihat mereka mulai menjauhi Prabowo Subianto.

Memang, orang-orang Gerindra di arus bawah nampak mengikut saja keputusan Prabowo menjadi Menteri.

Lalu bagaimana kesimpulan dan analisa saya?

Nah, inilah analisa saya untuk Pemilu 2024.

Prediksi saya, Capres – Cawapres hanya akan ada dua pasang; Prabowo – Puan dan Anies – Ganjar.

Prediksi Capres Cawapres Pemilu 2024 Anies – Ganjar

Prabowo Subianto akan menjadi capres dipasangkan dengan Puan Maharani. Itu terjadi setelah PDIP dan Gerindra rapat intensif serta membaca hasil survey.

KIB yang terdiri dari Partai Golkar, PPP dan PAN yang belum mengusung calon, akan ikut berlabuh pada Prabowo – Puan.

Hal itu sangat mudah karena ketiga Ketua Umum partai ini sama-sama ada di Kabinet Indonesia Maju. Terlalu mudah bagi PDIP untuk mengundang mereka makan siang, makan malam atau makan apa saja.

Prediksi Capres Cawapres Pemilu 2024 Prabowo – Puan

Sementara Ganjar Pranowo yang berkali-kali mengatakan “Saya PDIP”, akan ditinggal oleh PDIP karena PDIP lebih memilih Puan Maharani maju dalam Pilpres, meski hanya jadi Cawapresnya Prabowo.

Alasan lain adalah suara pendukung PDIP saat ini terpecah. Arus bawah PDIP banyak yang mendukung Ganjar Pranowo maju Pemilu 2022. Eh, arus atas juga.

Sementara Partai Nasdem akan bergabung dengan koalisi yang dibentuk oleh Partai Demokrat, PKB dan PKS.

Empat partai itu, dalam perjalanannya akan mengerucutkan nama Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo manuju.

Cak Imin, tentu saja harus legowo. AHY, juga harus rela.

Pengaruh kuat Partai Nasdem akan mendorong koalisi 4 partai itu mengusung mereka. Pun ditambah dengan dukungan kuat arus bawah.

Sisa partai-partai kecil seperti Partai Garuda, Partai Berkarya, PSI, Perindo, PBB, PKP Indonesia dan Partai Hanura.

Jika dilihat dari jumlah kursi mereka di DPR RI saat ini, gabungan antara PDIP, Gerindra, PPP, PAN dan Partai Golkar mencapai 55,5%.

Sementara PKB, PKS, Partai Demokrat, dan Nasdem jumlah kursi atau suara perolehan Pemilu 2019 adalah 34,7%.

Secara jumlah memang lebih besar koalisi yang akan mengusung Prabowo – Puan. Tetapi popularitas Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo yang tak terbendung bisa jadi peluang besar memenangkan Pemilu 2024.

Tulisan saya ini tentu bukanlah tulisan akademik atau jurnalistik. Ini adalah opini pribadi. Tentu saja, melihat tulisan saya ini, Anda sudah tahu kemana arah dukungan saya.

Leave a Comment